azkam09's blog

mencari dan memberi yang terbaik

LAPORAN PRAKTIKUM IDENTIFIKASI NEMATODA BERDASARKAN CIRI MORFOLOGI



1.1 Latar Belakang

Nematoda penyakit tumbuhan merupakan salah satu organisme pengganggu tumbuhan yang menyebabkan kerusakan sel atau jaringan akar. Bentuk kerusakan sel atau jaringan akar yang biasa terlihat adalah puru akar. Dalam bidang pertanian nematoda cukup menjadi permasalahan yang serius. Karena kerugian langsung yang disebabkan oleh nematoda adalah dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Pada tanaman sayuran penurunan hasil produksi dapat mencapai 50% apabila serangan nematoda tersebut bersamaan dengan patogen lain, seperti cendawan, bakteri dan virus.

Nematoda dapat menyerang baik tanaman tahunan hingga tanaman setahun (semusim). Gejala yang dapat terlihat di permukaan tanah pada tanaman yang terserang nematoda adalah pertumbuhan yang tidak merata, tumbuhan kerdil, daun menguning (klorosis), layu (pada siang hari yang terik), dan gugur daun prematur. Sedang gejala di dalam tanah adalah puru akar, akar sekunder berkurang, permukaan akar kasar, perubahan bentuk pada umbi dan polong. Jenis-jenis nematoda yang ditemukan di alam dapat bertindak sebagai parasit dan saprofitik.

Nematoda parasitik biasanya dapat dijumpai di dalam tubuh inang. Nematoda parasitik tanaman dapat menyerang bagian tanaman sesuai dengan sifat parasitasi nematoda itu sendiri. Ada yang bersifat ektoparasit, endo parasit ataupun ekto-endo parasit. Bagian tanaman yang terserang dapat berupa akar, batang, daun, dan bahkan pada bagian biji. Gejala dan tanda serangan nematoda pada tanaman dapat dilihat pada bagian tanaman yang berada di atas tanah maupun yang berada di dalam tanah.

1.2 Tujuan

Identifikasi merupakan kegiatan yang harus dilakukan, sebelum seseorang mempelajari lebih jauh tentang nematoda, dengan tujuan mengetahui ciri morfologi dan untuk keperluan klasifikasi nematoda.   Identifikasi yang dilakukan secara benar tentang suatu spesies yang ditemukan   di lapangan, dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan strategi pengendalian.

BAB II

BAHAN DAN METODE

2.1. Bahan dan Alat

Pada praktikum identifikasi nematoda kali ini menggunakan bahan dan alat di antara lain berupa mikroskop stereoskopik, mikroskop cahaya, cawan sirakus, jarum pengait, gelas obyek, gelas penutup, air, pipet, dan nematoda.

2.2 Metode

Proses yang dilakukan diawali dengan memancing nematode di dalam cawan sirakus di bawah pandangan mikroskop stereoskopik perbesaran 30-40x, kait nematode dengan jarum pengait. Pindahkan nematode ke gelas obyek yang sudah diberi air dan tutup secara hati-hati dengan gelas penutup. Setelah nematode di letakkan pada gelas obyek kemudian amati nematode denagn mikroskop kompon/cahaya pada perbesaran 100-400x. Lakukan identifikasi.

BAB III

NO

Nama Nematoda

Gambar Tangan

Foto

Literatur

1.

Dolichodorus sp.

2.

Xiphinema sp.

3.

Pratylenchus sp.

4.

Ditylenchus spp.

ditylenchus

HASIL PENGAMATAN

BAB IV

PEMBAHASAN

Berdasarkan struktur morfologi yang kami amati, disimpulkan bahwa spesies yang kami temukan adalah Dolichodorus sp. , Xiphinema sp. , Pratylenchus sp. , dan Ditylenchus spp.

Pada spesies Dolichodorus ditemukan di seluruh dunia. Biasanya, nematoda penusuk ditemukan dalam lembab untuk tanah basah, daerah rendah bidang, dan saluran irigasi dekat dan badan air tawar lainnya. Karena nematoda lebih suka lembab untuk tanah basah mereka jarang terjadi di bidang pertanian dan tidak juga belajar banyak nematoda parasit tumbuhan lainnya. Nematoda ini telah terbukti menyebabkan pengerdilan root atau hasil panen tanaman berkurang, termasuk wortel, seledri, jagung, kapas, kacang-kacangan, kubis, selada, lada, spearmint kentang, dan tomat. Selain itu mereka diketahui menyebabkan kerusakan pada beberapa tanaman hias seperti impatiens, tanaman akuarium dan turfgrasses.

Nematoda Dolichodorus berkisar dari sekitar 1,5 mm sampai 3 mm, membuat mereka salah satu dari nematoda parasit tumbuhan terbesar. Kedua jenis kelamin yang hadir di seluruh siklus hidup. Telur menetas setelah 14 hingga 17 hari. Dewasa dan semua feed tahap remaja pada akar, kadang-kadang yang tersisa di satu tempat sampai seminggu. Nematoda ini dapat bertahan hidup di pot rumah kaca fallowed sampai tiga bulan. Sebuah ektoparasit, nematoda penusuk feed pada akar kecil atau besar, ujung akar dan hipokotil tersebut. Dua belas jam setelah inokulasi, ia makan di dekat ujung akar. Sel-sel ada menjadi kecoklatan setelah beberapa hari, dan coklat bentuk lesi. Hasilnya adalah jaringan disorganisasi, kelengkungan akar dan ujung akar mati atau sekarat.

Xiphinema termasuk famili Longidoridae. Nematoda ini memiliki tubuh berukuran panjang, silindris dan ukuran stilet sangat panjang. Memiliki esofagus dengan bagian anterior yang berotot panjang dan bagian posterior yang berkelenjar besar dan pendek.

Pratylenchus sp. Termasuk dalam famili Paratylenchidae. Nematoda luka akar (Pratylenchus sp.) merupakan penyebab penyakit penting ketiga dalam kelas nematoda di samping nematoda sista kuning (Globodera sp.) dan nematoda puru akar (Meloidogyne sp.) Nematoda luka akar memiliki banyak jenis dan bersifat kosmopolit, sehingga dapat ditemui hampir pada semua jenis tanaman. Sebagai penyakit penting tanaman pangan, nematoda luka akar menduduki urutan ke-3 setelah nematoda puru akar dan nematoda sista kuning. Nematoda ini mempunyai inang lebih dari 400 jenis tanaman.

Nematoda luka akar (Pratylenchus sp.) adalah nematoda yang dapat menyebabkan kerusakan berbagai tanaman penting seperti; nanas, jeruk, kentang, tembakau, kapas, jagung, pisang, kopi, apel, ubijalar, teh, alpukat, dan buah yam, kacang dan strawbery dan bersifat kosmopolitan sehingga dapat ditemukan di berbagai daerah yang beriklim panas dan tropik. Nematoda dapat juga berasosiasi dengan jamur dan bakteri seperti Pythium, Rhizoctonia, Phytophthora, Pseudomonas, Aspergillus dan Fusarium, Aphanomyces euteiches, Cylindrocarpon radicicola, Trichoderma viride dan Verticilium arbo-atrum dan dahlia. Akibat simbiosis tersebut, kerusakan yang ditimbulkan dapat menjadi lebih berat.

Nematoda luka akar (Pratylenchus sp.) merupakan nematoda yang berukuran sangat kecil di antara nematoda parasit tumbuhan lain, esofagus seperti Criconematidae. Anulasi halus, tidak memiliki hiasan atau tumpang tindih, dan mempunyai empat garis lateral, tetapi ada juga jenis yang mempunyai hingga delapan. Mempunyai satu ovarium, vulva terletak pada tubuh bagian belakang. Betina mempunyai gonad tunggal dan mempunyai kantong pasca vulva yang pendek. Ekornya lebar, ujungnya membulat dan runcing, panjang 3,5-9% dari panjang tubuh Stilet betina berkembang baik, sedang pada jantan mereduksi. Nematoda jantan biasanya lebih kecil daripada yang betina.

Ditylenchus spp. memiliki klasifikasi sebagai berikut :

Kingdom: Animalia
Phylum: Nematoda
Class: Secernentea
Subclass: Diplogasteria
Order: Tylenchida
Superfamily: Tylenchoidea
Family: Tylenchidae
Genus: Ditylenchus

Species: Ditylenchus spp

(en.wikipedia)

Ditylenchus spp juga termasuk nematoda penyebab peyakit pada pada tanaman. Nematoda ini termasuk di dalam ordo Tylenchida. Nematoda ini memeiliki 81 spesies, dan tiga spesies yang terpenting adalah Ditylenchus dipsaci, Ditylenchus destructor, Ditylenchus angustus.

Nematoda ini memiliki cirri umum kerangka kepala tidak ada atau kurang berkembang, Stilet kecil.  Baik jantan maupun betina aktif, berupa nematoda berbentuk memanjang.  Ovarium tunggal, vulva terletak di antara pertengahan panjang tubuh dan anus.  Ekor nematoda betina meruncing. Nematoda jantan mempunyai sayap ekor tetapi tidak mencapai ujung ekor.  Kelenjar esofagus berada di dalam basal bulbus sebagian kecil tumpang tindih dengan usus.

Ditylenchus spp. Menjadi parasit tanaman yang cukup penting di daerah beriklim sedang, yang bersuhu 20-25O C. Nematoda ini dapat menginfeksi lebih dari 400 spesies tanaman. Menyerang seluruh bagian tanaman mulai dari tajuk dan bagian tanaman di bawah tanah, dan bersifat sebagai endoparasit berpindah dengan fase juvenile 4 yang dapat bertahan memasuku fase anhidroboisis dan dalam keadaan kering dapat bertahan sekitar 23 tahun.

Tipe- tipe Nematoda Yang Diperoleh:

Nematoda

Usus dan Esofagus

Bentuk Mulut (stilet)

Annulasi Kutikula

Bentuk Nematoda

1. Dolichodorus

Tidak Overlap

Panjang

Sedang

berbentuk huruf C

2. Xiphinema

Overlap

Panjang

Halus

berbentuk huruf S

3. Pratylenchus

Overlap

Pendek dan kuat

Sedang

berbentuk huruf C

4. Ditylenchus

Tidak Overlap

Pendek

Halus

berbentuk huruf C

BAB V

KESIMPULAN

Dari praktikum yang telah dilakukan kali ini dapat disimpulkan bahwa dari semua nematode yang di identifikasi mempunyai tipe dan ciri masing-masing dari setiap nematode. Dicirikan dari setiap masing-masing nematode pada bentuk mulut (stilet), usus dan esophagus, ekor, annulasi kutikula/permukaan tubuh, maupun bentuk nematodenya.

DAFTAR PUSTAKA

[Anonim] 2009. Artikel harian : “Identifikasi Nematoda  Parasit Tanaman. diakses dari http:// www.jurnalbiologi.com. [8 November 2010]

[Anonim] 2009. The free encyclopedia: Classification of plant pathogenic nematode. http://www.en.wikipedia.org. [8 November 2010]

[Anonim] 2009. Ciri Umum Nematoda . diakses dari,

http://www.cals.ncsu.edu/pgg/dan_webpage/Nematodes/Ectos/Xiphinema.htm [ 8 November 2010]


Leave a Reply